Banyak UMKM sudah punya website, tapi hasilnya nihil.
Tidak ada pengunjung, tidak ada chat masuk, bahkan pemiliknya sendiri jarang membuka websitenya.
Masalahnya sering bukan di “belum online”, tapi salah konsep sejak awal.
Kesalahan Umum Website UMKM
Beberapa kesalahan yang sering kami temui:
- Website dibuat tanpa tujuan jelas
- Tidak ada ajakan tindakan (CTA)
- Informasi penting sulit ditemukan
- Terlalu fokus ke tampilan, lupa fungsi
Websitenya sudah jadi, tapi kok nggak ada yang hubungi ya? Pertanyaan yang sering muncul dari pelaku UMKM
Website Bukan Brosur Digital
Banyak website UMKM hanya berisi:
- profil usaha
- sejarah panjang
- foto seadanya
Padahal website seharusnya:
- menjawab kebutuhan pengunjung
- mempermudah calon pelanggan menghubungi kamu
- membantu proses jualan
Contoh Struktur Website yang Lebih Efektif
Struktur sederhana tapi fungsional:
- Beranda (langsung jelaskan usaha kamu)
- Layanan / Produk
- Testimoni / Contoh Pekerjaan
- Kontak (WhatsApp)
Tidak perlu halaman banyak, yang penting jelas dan mudah dipahami.
Pentingnya CTA di Website
Website tanpa CTA ibarat toko tanpa kasir.
CTA sederhana yang efektif:
- “Hubungi via WhatsApp”
- “Konsultasi Gratis”
- “Minta Penawaran”
Contoh implementasi tombol WhatsApp:
<a href="https://wa.me/628xxxxxxxxxx" target="_blank">
Konsultasi via WhatsApp
</a>
Kode sederhana, tapi dampaknya besar.
Mobile Lebih Penting dari Desktop
Mayoritas pengunjung UMKM datang dari HP.
Jika website sulit dibuka di mobile, pengunjung akan langsung pergi.
Pastikan:
- teks mudah dibaca
- tombol cukup besar
- loading cepat
Website yang nyaman di HP jauh lebih penting daripada animasi yang terlalu banyak.
